Sabtu, 16 Mei 2009

MY UNIVERSITY

Short Profile Campuses

1. Name of institution The University of Muhammadiyah Malang(UMM)
2. Year of establishment 1964
4. Number of student 18,145 students
5. Address

Main Campus Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang,
East Java, Indonesia 65144
Phone: +62 341 46418–19 (Hunting)
Fax.: +62 341 460782

Campus I (Post Graduate) Jl. Bandung No. 1 Malang,
East Java, Indonesia 65113
Phone: +62 341 551253
Fax.: +62 341 562124

Campus II (Medical & Health Faculty) Jl. Bendungan Sutami 188A Malang,
East Java, Indonesia 65145
Phone: +62 341 551149
Fax.: +62 341 582060
6. Web site www.umm.ac.id
7. Email webmaster@unix.umm.ac.id

Brief History of UMM

The University of Muhammadiyah Malang (UMM) was founded in 1964 as one of Amal Usaha Muhammadiyah (Muhammadiyah non Profit Center) in education. In its early years UMM had one campus with only 3 Faculties: Law Faculty, Economics Faculty, and Teacher Training and Education Faculty. In the period of 1968-1975, UMM opened two additional faculties: Social and Political Science Faculty and Islamic Studies Faculty. Next in the period of 1975-1977, UMM added two more faculties: Agriculture Faculty and Engineering Faculty. The number of faculty remained the same until 1983. Between the period of 1983-2000, UMM offered additional faculties: Psychology Faculty, Animal Husbandary Faculty, Medical Faculty, and Diploma 3 Program for Nursing. In 2007, UMM added Pharmacy Major under Medical Faculty. UMM now is recognized as one of the most rapidly growing and leading private universities in East Java; therefore, the Central Board of Muhammadiyah Organization entrusts UMM to supervise all Muhammadiyah higher institutions in eastern parts of Indonesia. Currently UMM has expanded its campus areas into three campuses which are located in three different locations.

UMM at A Glimpse

The University of Muhammadiyah Malang (UMM) was founded in 1964. In its early years UMM had 3 Faculties: Law Faculty, Economics Faculty, and Teacher Training and Education Faculty. In the period of 1968-1975, UMM opened two additional faculties: Social and Political Science Faculty and Islamic Studies Faculty. Next in the period of 1975-1977, UMM added two faculties: Agriculture Faculty and Engineering Faculty. The number of faculty remained the same until 1983. Between the period of 1983-2000, UMM offered additional faculties: Psychology Faculty, Animal Husbandary Faculty, Medical Faculty, and Diploma 3 Program for Nursing. In 2007, UMM adds Pharmacy Major under Medical Faculty.

As one of the leading universities in East Java, UMM currently has 18,000 active students from almost all over Indonesia and some are foreign students from Australia, Singapore, Malaysia, and Timor Leste. Although UMM is an Islamic univeristy, religious background of the students is not the inhibiting factor. Therefore, UMM students are not only Muslim but there are also Hindus, Buddhist, Christian, and Catholic.

To support lecturing activities, UMM always struggles to improve its facilities of classrooms, laboratoriums, computer, internet and intranet access using fiber optic and hotspot zones. In addition, UMM has digital library with the collection of on-line journals, audio-visual references, and scientific references under the organization of Indonesian Digital Library Network (IDLN).

To support its financial capacity, UMM develops several profit centers expected to decrease the reliance on student tuition. The existing profit centers are UMM Press, UMM Bookstore, UMM Dome, UMM University Inn, and UMM Motorcycle Service Station. In the near future UMM is planning to build UMM Teaching Hospital, UMM Gas Station, UMM Student Dormitory, and UMM Mall.

UMM Majors of Excellence

Up to 2007, UMM has been offering 3 majors for diploma 3 program, 32 majors for undergraduate program, and 6 majors for postgraduate program. There are some majors of excellence that have been the most favorite majors for the prospective students. For non-degree undergraduate program is Nursing while for degree undergraduate programs are English Education, Psychology, Communication, Islamic Education, Medical, and Information Technology. For postgraduate program is Islamic Studies.

UMM Competitiveness and Uniqueness

As a long-established private university, UMM possesses competitiveness of the experience in organizing independent higher educational institution. In addition, UMM also has strong partnerships with many national and international institutions. UMM students are not only equipped with knowledge of science and technology in accordance with their major, but are also trained to have soft skills to assist them in developing excellent personality, strong self-independence, and outstanding professionalism. To achieve these qualities, the students are required to take Personality and Leadership Development Training, Apprenticeship Program, and Al-Islam and Muhammadiyah Program. In addition, UMM students are also given English for Specific Purposes (ESP) courses equal to diploma 1 program. The students are also given computer and internet training prior to their first semester. These additional trainings are expected to enhance the quality of UMM graduates and to produce professional scholars who have excellent expertise and skills needed in this global era.

Informasi Studi

Universitas Muhammadiyah Malang berdiri tahun 1964 dan sekarang menjadi salah satu Universitas swasta terkemuka di Jawa Timur. UMM termasuk universitas yang tumbuh cepat, sehingga oleh PP Muhammadiyah diberi amanat sebagai perguruan tinggi pembina untuk PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) wilayah Indonesia Timur. Selain itu, UMM mempunyai reputasi yang baik dalam mengemban misi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Program-program yang ada didisain dengan cermat untuk menjadikan UMM sebagai "The Real University", yaitu universitas yang benar-benar univeritas dalam artian sebagai institusi pendidikan tinggi yang selalu komit dalam mengemban Tri Darma Perguruan Tinggi.

Fakultas
Pada awal berdiri, UMM beru membuka beberapa fakultas, yaitu : Hukum, Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta jurusan Ilmu Agama (Cabang dari FAI Univ. Muhammadiyah Jakarta). Seiring dengan berjalannyawaktu dan tuntutan jaman, maka UMM telah membuka fakultas-fakultas lain yaitu : FISIP, Pertanian, Peternakan-Perikanan, Psikologi, Kedokteran, Program D3 Keperawatan dan Pascasarjana yang masing-masing mengembangkan beberapa jurusan.

Mahasiswa
Saat ini UMM mendidik tidak kurang dari 23.700 mahasiswa dari seluruh penjuru tanah air, mulai dari NAD hingga Papua. Jumlah tersebut termasuk mahasiswa asal luar negeri, yaitu Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Australia dan timor Leste. Mereka mempunyai latar belakang umur, budaya, suku, rasa, agama, kondisi sosial dan asal SLTA yang berbeda. Sehingga, menampak gerbang UMM ibarat masuk ke dalam "dunia mini" tempat berinteraksi antar individu dan komunitas yang beragam latar belakangnya.

Dosen dan Staf
Di bidang akademik, UMM terus mengembangkan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan, penelitian yang berstandar internasional serta didukung dosen yang qualified. Hal ini dilakukan, karena UMM telah bertekat menjadi The Real University. Saat ini, UMM mempunyai staf pengajar tidak kurang 750 orang dengan kualifikasi pendidikan hampir 80 % lulusan S2, 15% S3 dan Guru Besar. Sedangkan sisanya masih lulusan S1 dari berbagai PT dalam dan luar negeri. Selain itu, UMM juga didukung oleh ratusan staf administrasi, teknisi dan laboran yang masing-masing ahli dibidangnya. Untuk meningkatkan skill dan kualitas SDM, UMM secara berkala mengirimkan dosen dan staf teknis ke luar negeri untuk mempelajari dan mendalami ilmu dan pengetauan di semua bidang.

Fasilitas
Semua kegiatan tutorial di UMM diselenggarakan di ruang-ruang kuliah yang ada di tiga kampus. Tidak ada perkuliahan yang diselenggarakan di tempat lain. Ruang perkuliahan didisain secara baik dengan dilengkapi dengan white board, OHP / LCD Projector. Keunggulan yang sulit ditemukan di kampus lain adalah disetiap fakultas telah tersedia 4-5 ruang multimedia untuk penyelanggaraan perkuliahan. Fasilitas ini menjamin proses kuliah yang baik, karena proses kuliah disampaikan dengan LCD projektor, slide projector, Video CD, dan alat audio visual yang lain serta dapat langsung link dengan internat. Khusus kampus III, perkuliahan saat ini menempati 3 gedung, yaitu Gedung Kuliah Bersama GKB I (6 Lantai), GKB II (5 Lantai), GKB III (5 Lantai) yang semuanya dilengkapi dengan lift. Pada setiap gedung perkuliahan, kelas dan lorong-lorong gedung ditempatkan kamera-kamera kontrol untuk memantau jalannya proses aktivitas akademis yang dilakukan langsng oleh sebuah Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA).

Department of Communication

This Department is established to produce qualified professionals in communication. Therefore, the curriculum is designed to fulfill the job market demands. The three concentrations in the department are: Public Relations, Journalism, and TV Production. Some teaching facilities include: Audio Visual Lab, Journalism Lab, Photography Lab, Advertising Lab, Multimedia Lab, Public Relation Lab and UMM FM Radio Broadcasting Station.

Copyright © 2009 University Of Muhammadiyah Malang

Kamis, 14 Mei 2009

Sejarah Singkat
Jumat, 09 Januari 2009
ImageSMA Negeri 1 Banyuwangi diresmikan berdiri pada tangga 3 Juli 1991 oleh Gubernur Jawa Timur Bapak Soelarso. SMA Negeri 1 Banyuwangi dahulu merupakan filial dari SMA Negeri 2 Banyuwangi (SMA Negeri 1 Giri) sekarang. Sebagai Sekolah Negeri termuda di Banyuwangi SMA Negeri 1 Banyuwangi dahulu bernama SMA Negeri 3 Banyuwangi.




Visi, Misi dan Tujuan Sekolah
a. Visi Sekolah : Unggul Dalam Prestasi Berdasarkan Iman dan Taqwa serta Berbudi Pekerti Luhur.
b. Misi Sekolah :
1. Melaksanakan Pembelajaran dan Bimbingan secara efektif
2. Menumbuhkan semangat berprestasi
3. Mengembangkan Potensi Siswa
4. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama dan budaya bangsa
5. Menerapkan menejemen partisipatif
c. Tujuan Sekolah :
Target yang ingin dicapai SMA Negeri 1 Banyuwangi dalam menyelenggarakan
Pendidikan ditahun Pelajaran 2008 / 2009 adalah sebagai berikut :
1. Peningkatan Iman dan Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2. Meningkatkan model Pembelajaran yang berpusat pada siswa
3. Peningkatan minat baca dikalangan siswa yang mengoptimalkan
perpustakaan sekolah
4. Peningkatan rata – rata nilai UNAS menjadi 7,00
5. Menerapkan manajemen partisipatif, Khususnya siswa yang melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.


Copyrights © 2008 All Rights Reserved SMAN 1 Banyuwangi

Sekolah Full Day, Jadi Pilihan

BANYUWANGI-Tidak sulit menemukan kompleks SD Unggulan Habibulah. Lokasinya tepat di Jalan Raden Wijaya, Kelurahan Giri, Kecamatan Giri, Banyuwangi. Sebuah papan nama berukuran 3x5 meter terpampang di sisi timur jalan tersebut.

Setelah masuk 50 meter ke arah timur, terdapat gapura megah bertuliskan Pondok Pesantren Habibulah. Selepas bangunan tersebut, beberapa gedung sekolah hingga musala terlihat di dalamnya.

Merujuk namanya, sekolah ini memiliki nuansa khas religius Islam. Keseimbangan materi umum dan agama menjadi pedoman pokok bagi tenaga pengajarnya untuk mendidik seluruh siswa di sekolah tersebut.

Dalam terminologi modern, SD Unggulan Habibulah mencoba memadukan keseimbangan ilmu pengetahuan (iptek) dan teknologi dengan iman serta ketakwaan (imtak). Komposisi pembelajaran materi umum dan agama diseimbangkan dengan komposisi perbandingan 50 : 50 persen (fifty fifty).

Perpaduan ini membuat beban jam belajar siswa menjadi bertambah. Setiap hari, siswa wajib mengikuti program belajar mulai pukul 06.30 hingga 15.30. Siswa hanya dikenakan dua kali waktu istirahat setiap hari.

SD Unggulan Habibullah menerapkan hari efektif belajar berbeda dengan sekolah umum. Sekolah umumnya libur pada hari Ahad.

Namun di sekolah ini, hari efektif belajar mulai Sabtu hingga Kamis. Siswa berkesempatan libur sekolah pada hari Jumat. Sesuai konsepsi Islam, hari Jumat diyakini sebagai hari bebas, karena dalam bahasa asalnya berarti hari kebebasan (friday = freeday).

Meski kerap dipandang sebagai sekolah pinggiran, peminat sekolah yang didirikan 2 Juni 1995 ini tidak pernah sepi. Membeludaknya siswa membuat pihak sekolah harus menggelar seleksi untuk menjaring calon siswanya. Materi tes masuk meliputi materi umum dan keagamaan, sesuai kurikulum yang diterapkan sekolah.

Program seleksi ini pun membawa hikmah tersendiri bagi sekolah. Segudang prestasi gemilang pun ditorehkan siswanya. Mereka sudah tiga kali meraih nilai Ujian Nasional (unas) tertinggi tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kini, terdapat 175 siswa yang belajar di sekolah tersebut. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Kebijakan khusus pun ditempuh bila terdapat kedapatan ada orang tua siswa yang kurang beruntung secara ekonomi. Solusinya, sekolah menerapkan subsidi silang dalam hal penerapan biaya sekolah.

Bukti konkretnya sekolah menyediakan bus sebagai jasa antar jemput siswa. Kendaraan ini pun gratis. Siswa tidak dikenakan charge terhadap biaya perawatan hingga BBM. Belum lagi fasilitas asrama bagi siswa yang benar-benar ingin tinggal di kawasan sekolah.

Karenanya, memimpin sekolah sekelas SD Unggulan Habibullah bukan perkara yang gampang. Segudang cibiran terkait model sistem pembelajaran yang diterapkan sempat menjadi sasaran keresahan orang tua.

Ketakutan mulai lamanya belajar siswa hingga kekhawatiran timbulnya kecapekan dalam diri siswa terlau serinng mencuat ke permukaan. Perasaan yang tentu saja masih dapat dipandang manusiawi. Namun bila orang tua sudah menelusuri dan tahu bagaimana di dalamnya, boleh jadi akan lain urusannya.

Kepala SD Unggulan Habibullah, Mohamad Kholil mengatakan keluh kesah tersebut acapkali didengarnya. Menurutnya, hal itu wajar sebagai bentuk kasih sayang orang tua terhadap anak. Dalam paradigma, orang tua kerap ada pemandangan yang keliru.

Bermain dan belajar sebenarnya merupakan aktifitas anak yang bisa dilakukan di rumah. Namun di lingkungan sekolah, proses tersebut dapat berjalan lebih aman dan terkendali. Waktu yang lama di sekolah bukan berarti siswa tidak bisa bermain. "Ini yang harus diluruskan," ujarnya.

Menyikapi pandangan tersebut, pihak sekolah sudah memikirkan dan menyiapkan jawaban atas keresahan tersebut. Kholil menjelaskan, materi proses pembelajaran di sekolahnya dikemas menggunakan pola bermain dan belajar. Siswa tidak hanya dituntut kosentrasi pada kewajiban menyerap meteri pelajaran. Tetapi kesimbangan kebutuhan belajar juga diperhatikan. " Jadi siswa hanya belajar. Tapi mereka juga bisa bermain di sekolah," katanya.

Kholil menjelaskan, dalam setiap kelas, seluruh siswa dibekali masing-masing dengan komputer kits. Saat rasa jemu menyerang atau bahkan siswa ingin bermain, guru kelas memperbolehkan anak didiknya untuk bermain sejenak. Model ini ternyata terbukti ampuh.

Siswa menjadi kerasan di sekolah. Beberapa mata pelajaran juga disampaikan dengan nuansa berbeda. Siswa berkesempatan merasakan belajar di alam terbuka (outbound). Selain mengenalkan alam, upaya ini ditujukan sebagia upaya siswa untuk senantiasa mensyukuri karunia Tuhan.

Sementara itu, menjadi salah satu bagian dari SD Unggulan Habibullah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Humaidi Rizki Alfatsaif, 11. Siswa yang kini duduk di bangku kelas V ini menyatakan jika pilihan sekolah tempat dia menimba ilmu kini tidak salah.

Anak sulung dari dua bersaudara menuturkan sebelum masuk ke SD Habibullah dia sempat dihadapkan pada banyak pilihan sekolah. Tidak hanya dirinya, kedua orang tuanya pun menawarkan daftar nama sekolah yang akan dipilihnya. "Tapi saat itu saya mantap pilihan SD Habibullah. Sekolahnya beda dari yang lain," katanya.

Humaidi mengatakan sekolahnya dirasakannya cukup nyaman. Jauh dari jalan raya dan masyarakat sekitar sekolah juga mendukung. Suasana sekolah jadi enak dan kosentrasi tidak gampang buyar.

Belum lagi materi yang diajarkan disajikan cukup variatif. Gabungan pelajaran bernuansa religius dan umum membuat Humaidi merasakan gairah tersendiri dalam belajar. "Bahasa Inggris dan Bahasa Arab gimpil
(mudah) 15 menit selesai. Tapi pas bahasa daerah bisa sampai jam ulangan selesai kadang belum kelar," ujarnya.

Sedangkan soal lamanya waktu belajar di sekolah, dia mengaku ada kalanya kejenuhan dirasakannya. Namun itu tidak lantas membuat Humaidi mengendurkan semangat sekolah. "Saya tidak sendiri. Di sekolah juga banyak teman. Jadi bosan cepat hilang," ujarnya. (nic/bay)

Copyright @2008 IT Dept. JAWA POS